Menu

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Berita Utama · 5 Mei 2026 09:18 WIB ·

Gasifikasi Batu Bara Jadi DME, Langkah Strategis Perkuat Ketahanan Energi Nasional


 Gasifikasi Batu Bara Jadi DME, Langkah Strategis Perkuat Ketahanan Energi Nasional Perbesar

Tanjung Enim jalurinformasi.com,- PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, mendukung ketahanan energi nasional melalui pengembangan hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME). Hal ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah dalam mewujudkan Asta Cita serta amanat Pasal 33 UUD 1945, yang menekankan pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Di tengah dinamika global yang ditandai dengan ketegangan geopolitik, gangguan rantai pasok, dan fluktuasi harga energi, penguatan ketahanan energi menjadi prioritas banyak negara, termasuk Indonesia.

Saat ini, Indonesia masih menghadapi ketergantungan terhadap impor LPG untuk kebutuhan rumah tangga dan sektor produktif, yang berdampak pada tekanan terhadap neraca perdagangan, kebutuhan devisa, serta beban subsidi energi.

Melalui pengembangan hilirisasi batu bara menjadi DME, PTBA bersama Pertamina berupaya menghadirkan energi alternatif berbasis sumber daya dalam negeri, sekaligus menciptakan nilai tambah bagi industri batu bara nasional.

CEO/Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari upaya percepatan proyek strategis nasional dalam memperkuat fondasi ekonomi dan energi Indonesia.

“Pengembangan DME di Tanjung Enim menjadi langkah penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG, yang saat ini masih mencapai sekitar 80% dari kebutuhan nasional,” paparnya dalam acara Groundbreaking Proyek Hilirisasi Fase II, Kamis (29/04/2026).

Komisaris Utama MIND ID Fuad Bawazier menegaskan bahwa hilirisasi batu bara menjadi DME merupakan langkah strategis yang memberikan manfaat dan keuntungan besar bagi negara, baik manfaat yang bersifat langsung (tangible) maupun tidak langsung (intangible). Ia menggarisbawahi bahwa sebagian besar manfaat tersebut tidak seluruhnya dapat tercermin dalam laporan keuangan korporasi. Oleh sebab itu, dirinya menekankan pentingnya dukungan seluruh pihak terhadap percepatan proyek hilirisasi tersebut demi kepentingan nasional yang lebih luas.

“Proyek DME memberikan keuntungan yang besar bagi negara. Namun banyak keuntungan negara yang tidak dapat dicatat dalam pembukuan korporasi. Mudah-mudahan proyek ini bisa terwujud dan dijalankan sesuai target supaya kita bisa jadi negara yang mandiri energi dan pangannya,” ujar Fuad.

Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin mengatakan proyek hilirisasi batu bara menjadi DME merupakan bagian dari strategi besar dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral dan batu bara Indonesia.

“MIND ID akan terus mendorong sinergi antar anggota grup dan mitra strategis untuk memastikan proyek hilirisasi berjalan optimal dan berkelanjutan, serta memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan energi nasional” ujar Maroef.

Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menekankan bahwa hilirisasi batubara menjadi DME ini merupakan bentuk kesiapan Perseroan dalam menjawab tantangan energi nasional sehingga bukan hanya sekadar proyek industri saja.

“Proyek ini juga sejalan dengan Asta Cita, khususnya dalam memperkuat kedaulatan energi, mendorong industrialisasi nasional, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, serta menciptakan lapangan kerja yang produktif dan berkelanjutan,” jelas Arsal.

Senada, Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA Turino Yulianto menyatakan pengembangan DME menjadi bagian dari transformasi bisnis perusahaan dan juga bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang memiliki peran penting untuk menciptakan sumber energi baru sekaligus menjawab tantangan ketahanan energi nasional.

“Pengembangan DME merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG, menghemat devisa, serta memperkuat industri domestik,” kata Turino.

Selain mengurangi ketergantungan impor, proyek ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi yang luas, mulai dari penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan industri pendukung, hingga peningkatan aktivitas ekonomi di daerah.

Melalui sinergi dengan berbagai pihak dan dukungan langsung dari pemerintah, proyek hilirisasi ini diharapkan diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam upaya mewujudkan ketahanan energi nasional yang berkelanjutan.

———–oooooo———–

Untuk Informasi lebih lanjut silakan menghubungi:
Eko Prayitno
Corporate Secretary Division Head
PT Bukit Asam (Persero) Tbk
corsec@bukitasam.co.id
www.ptba.co.id

Artikel ini telah dibaca 3 kali

Baca Lainnya

Bupati Muratara H Devi Suhartoni Melaksanakan Peletakan Batu Pertama Dalam Gebrak Rutilahu

5 Mei 2026 - 12:47 WIB

Sah, Andi Oktarius Resmi Nahkodai SMSI OKI Periode 2026–2029

5 Mei 2026 - 10:00 WIB

Analisis Putusan Rechterlijk Pardon Untuk Refpin, Ahmad J Prayogi Desak Reformasi Proses Penyidikan dan Kritik Tajam Dugaan Kriminalisasi!

5 Mei 2026 - 07:45 WIB

DPRD Musi Rawas Gelar Rapat Paripurna Penandatanganan Nota Kesepakatan Antara DPRD Dan Pemkab Tentang Program Propemperda Tahun 2026

5 Mei 2026 - 04:25 WIB

Maju di PWI OKU Selatan, Ayik Usung Visi ‘Rumah Besar’ Wartawan yang Profesional dan Solid

4 Mei 2026 - 11:22 WIB

Hari Kebebasan Pers Sedunia: Ketum SMSI Firdaus Tegaskan, Mendirikan Perusahaan Pers Adalah Hak Asasi

3 Mei 2026 - 04:40 WIB

Trending di Berita Utama