Menu

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Berita Utama · 11 Sep 2025 03:52 WIB ·

Kisah Agus Sang Peternak Puyuh di Desa Darmo, Berawal dari Hobi Hingga Jadi Ladang Rezeki


 Kisah Agus Sang Peternak Puyuh di Desa Darmo, Berawal dari Hobi Hingga Jadi Ladang Rezeki Perbesar

SUMSEL jalurinformasi.com,- Kisah Agus Sang Peternak Puyuh di Desa Darmo, Berawal dari Hobi Hingga Jadi Ladang Rezeki

Agustian Kholik, seorang peternak puyuh di Desa Darmo, Kecamatan Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, memiliki cerita unik tentang bagaimana dirinya memulai bisnis peternakan puyuh.

Siapa sangka, berawal dari hobinya memelihara unggas, kini pria yang akrab disapa Agus itu menjadi penggerak budidaya burung puyuh yang menjadi bagian dari program Transformasi PETI (Pertambangan Tanpa Izin) yang digagas oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA) untuk mengubah lahan bekas tambang menjadi lahan produktif melalui pertanian dan peternakan, termasuk budidaya.

Ia bercerita, perjalanannya berubah signifikan pada tahun 2024. Kala itu, dirinya berkesempatan bertemu dengan PTBA dan mempresentasikan usaha puyuhnya tersebut. Usaha itupun berbuah manis, PTBA memahami maksud Agus dan akhirnya memberikan dukungan berupa pembinaan serta bantuan 3.000 ekor burung puyuh.

Dari situlah segalanya berkembang, baru 5 bulan bergabung menjadi mitra binaan, banyak kawannya yang kemudian ingin bergabung mengembangkan usaha budidaya burung puyuh ini. Mereka pun akhirnya membuat kelompok peternak burung puyuh di Desa Darmo yang kini sudah berjumlah 15 orang dari yang semula hanya 6 orang.

Ia menyebutkan, dengan modal awal 500 ekor pada 2021 lalu, kini populasi burung puyuh di kandang miliknya bahkan telah mencapai 12 ribu ekor. Sejalan dengan meningkatnya populasi burung puyuhnya, pundi-pundi rupiah yang didapatkan oleh Agus tentunya juga bertambah.

Meski diakuinya, penghasilan anggota kelompok bervariasi, namun satu yang pasti, berkat populasi burung puyuh yang meningkat, Agus dan anggota kelompoknya berhasil mengantongi kepercayaan pasar yang ingin bekerjasama.

Agus tak menyangka, dari yang semula hanya mampu menjual 4,5 sampai 5 kg telur per hari, kini dirinya mampu menjual hingga 90 kg telur per hari. Menurutnya, hal ini pun tidak terlepas dari dukungan yang diberikan oleh PTBA serta ketekunan Agus dalam menjalankan budidaya ini.

“Dengan bergabung sebagai mitra binaan PTBA banyak kemudahan yang kami dapat seperti kesempatan mengikuti pelatihan yang diadakan PTBA untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para pelaku budidaya. Banyaklah dampak positifnya, jadi kita disini ringan lah istilahnya kalau untuk mencari ilmu. Semua bantuan dan modal yang diberikan PTBA sangat membantu kami dalam mengembangkan bisnis burung puyuh ini,” paparnya.

Tak berhenti disitu, saat ini pihaknya dalam proses untuk memanfaatkan kotoran puyuh itu sendiri. Sebab, kotoran puyuh ini ternyata memiliki nilai ekonomi lantaran dapat dimanfaatkan untuk diolah menjadi pupuk.

“Sekarang ini kami juga sedang mengembangkan pemanfaatan kotoran puyuh itu sendiri sebagai pupuk tanaman sayuran dan buah yang insyaallah bisa jadi perluasan lapangan pekerjaan dan bermanfaat bagi petani di sekitar peternakan ini,” tutup Agus.

 

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya

BPK Bongkar Dugaan Pelanggaran Pengadaan di Pemkab OKU Selatan, Mata Nusantara Siap Laporkan ke Kejati Sumsel

24 Juli 2026 - 08:53 WIB

Kejari OKI Pastikan Kasus Dugaan Korupsi RSUD Kayuagung Terus Berlanjut

24 Juli 2026 - 06:02 WIB

Lahir Dari Keluarga Sederhana, Putri OKU Selatan Nabila Wulandari Resmi Menjadi Perwira TNI

22 Juli 2026 - 10:54 WIB

PBNU Resmi Sahkan Kepengurusan PCNU Kota Lubuklinggau Masa Khidmat 2026–2031

17 Juli 2026 - 02:08 WIB

Mata Nusantara Siap Gelar Aksi dan Laporkan Temuan BPK OKU Selatan ke Kejati Sumsel, Diskominfo hingga Sejumlah OPD Jadi Sorotan

14 Juli 2026 - 04:46 WIB

Diduga Abaikan Mekanisme Tender, Pengadaan Belanja Jasa Iklan, Reklame, Film dan Pemotretan Rp772 Juta di Diskominfo OKU Selatan Jadi Sorotan

14 Juli 2026 - 03:48 WIB

Trending di Berita Utama