Menu

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Berita Utama · 4 Nov 2025 04:25 WIB ·

Jamaah Muslimin Serukan Pemerintah RI Bantu Ciptakan Perdamaian di Sudan


 Jamaah Muslimin Serukan Pemerintah RI Bantu Ciptakan Perdamaian di Sudan Perbesar

JAKARTA jalurinformasi.com,- Imam Jamaah Muslimin (Hizbullah) Yakhsyallah Mansur menyerukan kepada Pemerintah RI untuk membantu terciptanya perdamaian di Sudan agar negara yang terletak di timur laut benua Afrika itu segera keluar dari krisis politik dan keamanan yang berkepanjangan.

Siaran pers Jamaah Muslimin, Selasa (4/11) menyebutkan, Pemerintah Indonesia perlu proaktif dalam melaksanakan amanah konstitusi, yaitu ikut serta dalam upaya menciptakan perdamaian dunia serta memberikan bantuan nyata bagi warga Sudan agar mereka dapat kembali membangun kehidupan yang aman, damai, dan sejahtera.

Imaam Yakhsyallah Mansur juga menyampaikan seruan internasional untuk menghentikan kekerasan dan membantu rakyat Sudan yang tengah menghadapi salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Pimpinan Jama’ah Muslimin menilai, membantu warga Sudan keluar dari krisis merupakan kewajiban moral dan religius bagi kaum Muslimin di seluruh dunia.

Pernyataan itu disampaikan Imaam Yakhsyallah terkait meningkatnya serangan dan pembunuhan massal di wilayah Darfour, Sudan. Konflik berkepanjangan antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan kelompok paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF) kini memasuki tahun ketiga, menelan korban besar di kalangan warga sipil.

Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekitar 24 juta dari total 50 juta penduduk Sudan menghadapi kelaparan akut, sementara lebih dari 13 juta orang terpaksa mengungsi dari tempat tinggal mereka.

Serangan RSF pada 29 Oktober 2025 di Kota Al-Fasher, Darfour, disebut sebagai salah satu tragedi paling mematikan dalam beberapa bulan terakhir, dimana 1.500 warga sipil tewas hanya dalam tiga hari. Rumah sakit, sekolah, dan fasilitas umum dilaporkan rusak parah sehingga mennjadikan wilayah itu nyaris tidak layak huni.

Dalam sikap resminya, Jama’ah Muslimin (Hizbullah) mengutuk keras pembunuhan terhadap warga sipil di Sudan yang dinilai sudah mengarah pada tindakan genosida.

Disebutkan, penumpahan darah manusia tanpa alasan yang sah adalah kezaliman besar dan pelanggaran terhadap nilai kemanusiaan universal dan ajaran Islam.

Mengutip Al-Qur’an Surah Al-Ma’idah ayat 32, Imaam Yakhsyallah menegaskan bahwa membunuh satu jiwa tanpa hak berarti sama dengan membunuh seluruh umat manusia. Sebaliknya, menyelamatkan satu jiwa berarti menyelamatkan kehidupan seluruh manusia.

Ia juga menyerukan kepada semua pihak yang berkonflik di Sudan agar segera menghentikan kekerasan dan mengingat kembali bahwa mereka adalah sesama Muslim yang bersaudara, sebagaimana pesan Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Muslim: ‘Setiap Muslim atas Muslim lainnya haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya.’

Imaam Yakhsyallah menyatakan, akar utama dari kehancuran Sudan adalah menyimpangnya umat dari nilai-nilai Islam yang sejati. Ketika dorongan syahwat kekuasaan mengalahkan prinsip keadilan dan ukhuwah, maka pertumpahan darah dan kehancuran moral menjadi keniscayaan.

Ia menutup pernyataan dengan ajakan kepada seluruh umat Islam agar memperkuat kesadaran akan pentingnya persatuan umat, bertaubat atas kelalaian terhadap nasib saudara-saudara seiman, dan menggalang dukungan moral serta material bagi korban konflik di Sudan, Palestina, dan wilayah-wilayah Muslim yang tertindas lainnya. (rls)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

DPU-BM Bersama Polres Musi Rawas Kolaborasi Memperbaiki Jembatan Dam Desa Air Satan

21 April 2026 - 03:25 WIB

Gubernur Sumsel H Herman Deru Hadiri HUT Kabupaten Musi Rawas ke 83

20 April 2026 - 15:33 WIB

Kuasa Hukum Mendesak: Penyerahan Tersangka Penganiayaan Istri Alm Agus Hubya dan Barang Bukti, Tak Boleh Berlarut

20 April 2026 - 13:27 WIB

Antisipasi Terisolir, Masyarakat 5 Desa Kompak Swadaya Perbaiki Jalan

20 April 2026 - 12:55 WIB

Akses Jalan Desa Sadu Kecamatan BTS Ulu Kabupaten Musi Rawas “Berlumpur”

18 April 2026 - 08:01 WIB

Nama Bursah Zarnubi Mencuat, Dinilai Layak Maju sebagai Calon Gubernur Sumatera Selatan

18 April 2026 - 04:35 WIB

Trending di Berita Utama