MUSI RAWAS jalurinformasi.com,- Akibat lambannya perbaikan jalan lintas yang menghubungkan Kabupaten Sekayu – Musi Rawas oleh pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang kondisinya sekarang sudah sangat parah dan memprihatinkan, menuai kritikan dari anggota DPRD Musi Rawas Alamsyah. Dirinya mengajak warga untuk memblokir/menutup jalan mulai Februari mendatang.
“Saya sudah kasih tau sama pak Kapolsek, tolong sampaikan sama pak Kapolres kami mau menutup jalan itu sudah saya sampaikan sama pak Kapolsek Minggu kemarin, apabila sampai bulan Februari ini jalan yang rusak belum juga diperbaiki, kami nak nutup jalan,”ungkap Alamsyah disambut masyarakat dengan tepuk tangan.
pernyataan tersebut Ia sampaikan dalam suasana yang menyerupai acara hajatan pernikahan. Video itu pun menuai sorotan warganet, yang menilai ajakan tersebut sebagai bentuk kekecewaan atas lambannya penanganan infrastruktur jalan di Musi Rawas.
Ajakan itu disampaikan Alamsyah melalui sebuah video yang beredar luas dan viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, ia menegaskan bahwa kerusakan jalan selama ini terkesan diabaikan dan baru akan mendapat perhatian jika telah menjadi isu nasional.
“Kalau tidak viral dan tidak jadi perhatian nasional, jalan ini tidak akan diperbaiki,”ungkap Alamsyah.
Sementara itu Gubernur Sumsel H Herman Deru saat melakukan pengecekan langsung kondisi ruas Jalan yang rusak di Kabupaten Musi Rawas akhir tahun lalu (2025) dihadapan masyarakat dan Wakil Bupati Musi Rawas H Suprayitno memastikan perbaikan jalan tersebut akan segera dilaksanakan bulan Januari 2026. Karena seluruh proses administrasi hampir rampung. “Ini bukan sekadar sudah dianggarkan, tapi sudah ditenderkan, tinggal menunggu Surat Perintah Kerja (SPK). Kontraknya pun sudah, setelah itu langsung pelaksanaan,”ungkap Gubernur.
Lanjut Gubernur mengatakan, Kepastian tersebut setelah berkoordinasi langsung dengan Kementerian PUPR dan Direktorat Jenderal Bina Marga. Kemarin sudah saya konkretkan dengan Kementerian dan Dirjen Bina Marga, Pak Roy.
“Sudah fix, termasuk nama kontraktornya dari pusat,”kata Gubernur.
Lebih lanjut Gubernur mengatakan, Keluhan soal kerusakan jalan tersebut sebelumnya ramai disampaikan masyarakat melalui media sosial hingga viral. Setelah melihat langsung kondisi di lapangan, ia membenarkan keluhan warga tersebut.
“Seperti yang diteriakkan para netizen dan pengguna jalan, ternyata memang parah. Dari 115 kilometer hampir separuh rusak, spot-spot,”uvap Gubernur.
Meski demikian, Dirinya mengingatkan pentingnya pengawasan ketat selama pelaksanaan pekerjaan agar kualitas jalan terjamin. la juga meminta masyarakat ikut mengawasi serta memahami penyebab utama kerusakan jalan tersebut.
“Jangan hanya teriak rusak saja, tapi lihat juga penyebabnya siapa. Ini akibat ODOL (over dimension over loading),” tegasnya.
Menurut Herman Deru, saat melakukan peninjauan ia mendapati banyak kendaraan angkutan melebihi batas muatan yang diizinkan. Bahkan, kondisi tersebut sempat ia rekam dalam bentuk video.
“Ada kendaraan yang KIR-nya cuma 4 ton, tapi muatannya 11 ton, yang seharusnya 11 ton, diisi 20 ton, bahkan ada yang mestinya 17 ton jadi 30 ton,” bebernya.
la menilai, Jika tidak dikendalikan, pelanggaran muatan tersebut akan kembali merusak jalan meski sudah diperbaiki. Oleh karena itu, ia meminta partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan.
“Kalau anggaran kabupaten setahun tidak cukup untuk bangun jalan itu. Jadi Ibu Bupati tidak usah khawatir lagi, Kalau ada masyarakat bertanya, sampaikan bahwa Pak Gubernur sudah turun ke lapangan dan perbaikannya sudah ditenderkan,” pungkasnya. (Iman Santoso)












