Menu ✖

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Berita Utama · 8 Okt 2026 07:53 WIB ·

Asap Pekat Kepung PALI, Keluhan Sesak Disampaikan Warga


 Asap Pekat Kepung PALI, Keluhan Sesak Disampaikan Warga Perbesar

PALI jalurinformasi.com,– Dampak dari kebakaran lahan yang kian meluas di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengakibatkan kabut asap yang semakin pekat mengepung wilayah Bumi Serepat Serasan.

Dari pantauan media ini pada Kamis 8 Oktober 2026, asap pekat menelan matahari yang hendak menyinari bumi, yang tentunya kondisi ini sangat berbahagia bagi kesehatan manusia.

Pemerintah Kabupaten PALI pun kewalahan dalam mengatasi permasalahan kebakaran lahan, yang setiap hari ada puluhan titik api penyumbang asap harus dipadamkan dengan armada terbatas.

Imbasnya kini dirasakan masyarakat, dimana asap pekat setiap hari harus di hirup masyarakat. Bukan hanya mengancam kesehatan tetapi juga menghambat aktivitas warga dalam mencari nafkah baik di perkantoran maupun di ladang pertanian dan aktivitas lainnya.

Seperti pada sektor pertanian, sejumlah warga mengeluh sesak napas saat keluar rumah yang hendak menjalankan aktivitasnya di kebun. Tak sedikit dari petani urung mengais rejeki seperti menyadap karet lantaran asap pekat mengganggu pernapasan.

“Saya punya riwayat asma, jadi kalau menghirup asap, pernapasan saya terganggu dan sesak,” ucap Irul, salah satu warga Kecamatan Talang Ubi.

Diakuinya sudah beberapa hari ini dirinya tidak lagi menyadap karet yang mana kegiatan tersebut satu-satunya penopang perekonomian keluarganya.

“Kami tidak mau paksakan untuk beraktivitas ditengah kepungan asap daripada penyakit kambuh. Untuk makan sehari-hari kami makan apa adanya dan berharap bencana ini cepat berlalu serta hujan segera turun,” harapnya.

Sama halnya disampaikan Mulyadi, petani karet lainnya yang mengeluhkan asap tebal semakin hari kian pekat.

“Kalau kami tetap pergi ke kebun karena dorongan kebutuhan dapur, meski mata pedih dan napas sesak kami paksakan karena tidak ada pilihan lain. Kami tetap bersyukur karena masih ada kebun yang bisa disadap, sebab banyak petani lain kehilangan mata pencahariannya akibat kebunnya terbakar,” katanya.

Menyikapi fenomena kabut asap, Pemerintah kabupaten PALI melalui Dinas Kesehatan belum memberikan keterangan. Hanya saja, Dinas Pendidikan sudah menerapkan belajar jarak jauh secara daring kepada siswa SD dan SMP sederajat.

Sementara itu, dari data Indeks Standar Pencemar Udara per tanggal 8 Oktober 2026, Kabupaten PALI mendukung peringkat ke lima se-Indonesia. (Iman Santoso/rls)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

Baca Lainnya

Wali Kota Palembang, Drs. Ratu Dewa, M.Si., Resmi Melantik Tujuh Anggota TACB Periode 2026-2029

8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

Antisipasi ISPA, Akibat Karhutlah, Bupati Serta Wabup Musi Rawas Bagikan Masker Gratis di Sekolah dan Masyarakat

8 Oktober 2026 - 06:50 WIB

Muskercab PCNU Lubuk Linggau Usung Tema “Transformasi Jam’iyyah Menuju Kemandirian Umat dan Kemaslahatan Kota Lubuklinggau”

7 Oktober 2026 - 13:22 WIB

MEDIASI PERKARA 41/Pdt.G/2026/PN LLG MEMANAS? TIM KUASA HUKUM ABDUL ROHIM–DISNAWATI MINTA WAKTU DUA MINGGU

7 Oktober 2026 - 08:09 WIB

Pemkot Lubuklinggau : Korban Meninggal Dunia Didalam Ambulans Saat Kegiatan CFN, Hoaks 

6 Oktober 2026 - 05:28 WIB

Sengketa PGRI Palembang Memanas, Tergugat Ajukan Rekonvensi Rp 76,7 Miliar

4 Oktober 2026 - 07:36 WIB

Trending di Berita Utama