JAKARTA jalurinformasi.com,- Ketua Forum Jurnalis Migas (FJM) Sumatera Selatan H Ocktaf Riyadi beserta 85 peserta, Kamis (5/11/26) mengunjungi Kantor Pusat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) lantai 28 Jl. Gatot Subroto No.42 Wisma Mulia, RT.3/RW.2, Kuningan Barat, Kecamatan Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan.
Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Bambang Dwi Djanuarto, menjelaskan bahwa IOC Room merupakan pusat pemantauan aktivitas produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional yang terintegrasi dan dapat diakses secara real time. Melalui sistem ini, perkembangan produksi migas dari berbagai wilayah dapat dipantau secara langsung. Bahkan, gangguan operasional hingga potensi kebocoran dilapangan diharapkan dapat terdeteksi lebih cepat sehingga penanganannya bisa segera dilakukan.
“Keberadaan sistem tersebut dapat mendukung peningkatan produksi migas nasional sekaligus membantu pemerintah mencapai target produksi yang telah ditetapkan,”ungkap Bambang sapaan akrabnya.
Ditempat yang sama Tim PPF SKK Migas, Yogi menjelaskan, IOC Room dibangun untuk mengintegrasikan berbagai data aktivitas operasional produksi migas, mulai dari kegiatan di lapangan hingga hasil produksi yang siap dijual.
“IOC Room SKK Migas ini mulai dibangun sejak 31 Desember 2019. Fungsi Utama digunakan untuk memantau data aliran produksi minyak dan gas (migas) serta kinerja Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) secara real-time 24 jam nonstop,”jelas Yogi.
Lanjut Yogi menjelaskan, IOC Room telah terkoneksi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). SKK Migas juga terus mengembangkan sistem tersebut agar data produksi dari seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dapat terintegrasi dan dipantau secara real time. Jika sebelumnya pengawasan produksi lebih banyak mengandalkan laporan dari masing-masing KKKS, kini pemanfaatan teknologi memungkinkan proses pemantauan dilakukan lebih cepat dan akurat.
“Dengan sistem tersebut, Perkembangan produksi migas diharapkan dapat diketahui setiap hari sehingga berbagai kendala operasional bisa segera ditindaklanjuti,”ucap Yogi.
Lebih lanjut Yogi menjelaskan, Produksi Minyak Mentah/Lifting Minyak sekarang ini sekitar 570.000 – 580.000 barel per hari (BOPD) (dibawah target APBN 2026 yang dipatok sekitar 600.000 barel per hari) dan Produksi Gas Bumi: Sekitar 7.000 juta kaki kubik standar per hari,”pungkasnya. (Iman Santoso)













