Menu

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Berita Utama · 11 Sep 2025 03:59 WIB ·

Lewat Songket Behembang Lingge, Yenny Puspitasari Merangkai Tradisi dan Menggerakkan Ekonomi


 Lewat Songket Behembang Lingge, Yenny Puspitasari Merangkai Tradisi dan Menggerakkan Ekonomi Perbesar

SUMSEL jalurinformasi.com,- “Dulu saya hanya ibu rumah tangga,” kenang Yenny Puspitasari. Kisah perjalanannya dimulai dari seorang ibu rumah tangga yang kini menjadi Ketua Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Songket. Ia adalah penggerak di balik lahirnya Songket Behembang Lingge, sebuah karya tenun khas Tanjung Enim, Desa Lingga, Muara Enim.

*Perjuangan Bermula dari Keinginan Sederhana*

Pada tahun 2016, Yenny dan ibu-ibu PKK bertekad mencari cara untuk menambah penghasilan keluarga. Niat sederhana ini disampaikan kepada tim CSR PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan disambut baik. PTBA memberikan dukungan nyata berupa alat tenun, benang, dan guru pembimbing.

Bagi Yenny, menenun bukan hanya soal penghasilan, melainkan juga upaya menjaga identitas dan sejarah desa. Songket Behembang Lingge bukanlah kain tenun biasa. Di balik setiap helai benangnya, terdapat kisah desa yang terpatri. Motif utamanya terdiri dari tiga corak: Bunga Rosela, Bunga Kertas, dan Bunga Tanjung. Motif Bunga Tanjung bahkan telah mengantongi hak paten pada tahun 2024.

*Ciri Khas Sejarah yang Tertuang dalam Songket*

Yenny menjelaskan, Songket Behembang Lingge memiliki ciri khas yang berbeda dari songket Palembang pada umumnya. “Songket kita berbeda dengan yang lain karena ditumpal (motif) songket kita ada ciri khas sendiri, seperti sejarah Desa Lingge. Di sana kita mengingat sejarah kita, di tumpalnya itu ada kujur, keris, gung, disitu kita tanamkan. Sementara kalau di Songket Palembang yang lain tidak ada ciri khas itu,” urainya.

Yenny ingin Songket Behembang Lingge menjadi identitas lokal, bahkan berharap bisa digunakan sebagai seserahan pernikahan bagi masyarakat setempat. Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak lagi memakai songket dari luar, melainkan songket asli Desa Lingga.

*Inovasi Ramah Lingkungan Meningkatkan Nilai Jual*

SIBA Songket juga berinovasi dengan mengganti pewarna sintetis dengan pewarna alami, menjadikannya produk yang ramah lingkungan. Benang diwarnai menggunakan bahan-bahan alami seperti kunyit, daun jambu biji, secang, dan pinang.

Inovasi ini tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga meningkatkan nilai jual. Jika songket dengan pewarna sintetis dijual seharga Rp3 juta, songket premium dengan pewarna alami bisa mencapai Rp5 juta per setel. Peningkatan nilai ini juga turut menambah pendapatan para pengrajin.

*Dukungan Penuh untuk Pengembangan Usaha*

Untuk memperluas pasar, SIBA Songket telah menjalin kerja sama dengan PaDi UMKM (Pasar Digital). PTBA juga memfasilitasi keikutsertaan mereka dalam pameran lokal dan nasional, seperti Bazar UMKM untuk Indonesia di Jakarta dan Pameran Bangga Buatan Indonesia di Palu.

PTBA juga memberikan berbagai pelatihan, mulai dari manajemen keuangan, digital marketing, hingga teknik menenun dan pewarnaan alami. Selain itu, PTBA membantu pengurusan Hak Cipta motif untuk SIBA Songket. Pembinaan yang konsisten ini mengantarkan SIBA Songket meraih penghargaan dalam Bina Mitra UMKM Award 2024.

Kini, Songket Behembang Lingge bukan hanya selembar kain, tetapi simbol perjuangan ibu-ibu desa dalam merangkai sejarah, meningkatkan ekonomi, dan melestarikan warisan budaya. Yenny Puspitasari percaya, dengan dukungan yang terus berlanjut, songket dari Desa Lingga ini akan terus berkibar dari Muara Enim hingga ke kancah yang lebih luas.

 

Artikel ini telah dibaca 27 kali

Baca Lainnya

BPK Bongkar Dugaan Pelanggaran Pengadaan di Pemkab OKU Selatan, Mata Nusantara Siap Laporkan ke Kejati Sumsel

24 Juli 2026 - 08:53 WIB

Kejari OKI Pastikan Kasus Dugaan Korupsi RSUD Kayuagung Terus Berlanjut

24 Juli 2026 - 06:02 WIB

Lahir Dari Keluarga Sederhana, Putri OKU Selatan Nabila Wulandari Resmi Menjadi Perwira TNI

22 Juli 2026 - 10:54 WIB

PBNU Resmi Sahkan Kepengurusan PCNU Kota Lubuklinggau Masa Khidmat 2026–2031

17 Juli 2026 - 02:08 WIB

Mata Nusantara Siap Gelar Aksi dan Laporkan Temuan BPK OKU Selatan ke Kejati Sumsel, Diskominfo hingga Sejumlah OPD Jadi Sorotan

14 Juli 2026 - 04:46 WIB

Diduga Abaikan Mekanisme Tender, Pengadaan Belanja Jasa Iklan, Reklame, Film dan Pemotretan Rp772 Juta di Diskominfo OKU Selatan Jadi Sorotan

14 Juli 2026 - 03:48 WIB

Trending di Berita Utama