LUBUK LINGGAU jalurinformasi.com,- Memasuki hari ke 7 Pekan Olahraga (PORPROV) Sumsel ke XV Muba, yang berlangsung mulai tgl 18-31 Oktober 2025, Kontroversi mencuat dalam tubuh Cabang Olahraga (Cabor) Sepak Takraw Lubuklinggau. KONI Kota Lubuklinggau diduga memotong uang makan dan uang saku atlet serta pelatih. Dugaan ini diungkapkan Gatot selaku ketua Umum PSTI kota Lubuklinggau dalam wawancara, Jum’at (24/10/2025) di tempat pertandingan cabor Sepak Takraw.
Menurut Gatot, Uang makan dan uang saku tersebut seharusnya dibagikan berdasarkan pembayaran hari bertanding (PHB) yang telah dilakukan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Lubuklinggau.
“Uang transport dan penginapan diberikan selama 10 hari untuk cabor Sepak Takraw, namun uang saku dan uang makan hanya dibayar oleh KONI Kota Lubuklinggau selama 6 hari,”kata Gatot.
Lanjut Gatot mengatakan, Atas kejadian ini, kondisi kontingen terancam kelaparan. sementara pertandingan masih menyisakan 5 nomor pertandingan Putra-Putri.
“Pihaknya telah berkomunikasi dengan KONI Lubuklinggau, namun belum ada titik terang. pihak KONI tetap mengacu pada hasil kesepakatan pengurus KONI bahwa semua cabor hanya menerima 6 hari,”ungkap Gatot.
Seraya menambahkan, Dugaan pemotongan dana untuk atlet ini, menimbulkan pertanyaan tentang transparansi penggunaan anggaran KONI Lubuklinggau yang mencapai Rp 3,1 miliar untuk kontingen Lubuklinggau di PORPROV Sumsel XV,”ungkap Gatot.
Ketua KONI Kota Lubuklinggau Didit Armansyah ketika dihubungi wartawan Sentralpost.Co.Id Via WhatsApp 08127310XXX Jum’at (24/10/2025) pukul 21:15 Wib sampai berita ini diturunkan belum memberikan jawaban.(Iman Santoso/Asrul)












