Menu ✖

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

artikel-Opini · 7 Sep 2025 03:51 WIB ·

Rumah Besar PWI Harus Dirawat Bersama, Persatuan Lebih Mulia dari Ambisi


 Rumah Besar PWI Harus Dirawat Bersama, Persatuan Lebih Mulia dari Ambisi Perbesar

JAKARTA jalurinformasi.com,- Kongres Persatuan PWI di Cikarang, Bekasi, 29-30 Agustus 2025, telah menjadi tonggak penting dalam perjalanan organisasi wartawan tertua di Indonesia. Dengan penuh suasana demokratis, Direktur Utama LKBN Antara, Akhmad Munir, terpilih sebagai Ketua Umum PWI periode 2025-2030 setelah meraih 52 suara, unggul atas Hendry Ch. Bangun yang hanya mengantongi 35 suara. Sementara Atal S. Depari didaulat menjadi Ketua Dewan Kehormatan.

Kemenangan Munir tidak boleh dibaca sekadar sebagai angka, tetapi lebih sebagai isyarat kuat bahwa mayoritas anggota mendambakan arah baru. Mereka berharap PWI benar-benar kembali menjadi rumah besar wartawan Indonesia, tempat semua insan pers merasa memiliki, dihargai, dan dilindungi. Pesan ini penting, sebab tanpa persatuan, sebesar apa pun nama PWI hanya akan tinggal sejarah.

Sejarah mencatat, pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 lalu, Presiden tidak hadir akibat konflik internal di tubuh PWI. Sebuah tamparan keras yang seharusnya tidak terulang lagi. Kini, menjelang HPN 2026 yang akan digelar pada 7-9 Februari mendatang, nama besar PWI kembali dipertaruhkan. Di momen itu, publik akan menilai apakah PWI mampu menunjukkan wajah baru yang solid, bersatu, dan layak menjadi mitra strategis bangsa?

Namun, tak dapat dipungkiri masih ada oknum-oknum yang mencoba memperkeruh suasana persatuan yang tengah dirajut. Mereka sejatinya hanya memikirkan egonya, tidak siap kalah dalam suatu pertandingan. Mereka sibuk mencari kesalahan, padahal yang kita perlukan justru fokus pada tujuan besar membangun dan merawat rumah besar PWI ini, bukan terjebak pada hambatan yang sengaja dinarasikan untuk melemahkan semangat kebersamaan.

Momentum persatuan ini tidak boleh disia-siakan. Kepengurusan baru harus merangkul semua kelompok, termasuk yang berbeda pandangan. Inilah saatnya membuktikan bahwa PWI bukan milik segelintir orang, melainkan milik seluruh wartawan Indonesia. Jika rumah besar ini dapat dirawat dengan kebersamaan, maka HPN 2026 akan menjadi panggung kehormatan, bukan sekadar seremoni. Di sanalah marwah persatuan dan martabat pers nasional akan diuji. (Iman Santoso/PWI)

Oleh: DAR EDI YOGA
Wakil Bendahara Umum PWI Pusat 2018-2023

Artikel ini telah dibaca 21 kali

Baca Lainnya

Ketua SMSI Sumsel Jon Hery Kecam Dugaan Kekerasan terhadap Tiga Wartawan saat Liputan Demo di Polda

13 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Ketua SMSI Musi Rawas Mengutuk Keras Dugaan Penganiayaan Terhadap 3 Jurnalis Sumsel Saat Liputan

13 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Mewujudkan Kawasan Perkotaan Asri, Disperkim Desain Ornamen Bunga Tunjuk Langit dan Bunga Lingge Ciri Khas Lubuk Linggau

10 Oktober 2026 - 07:24 WIB

Akibat Kabut Asap Serta Kualitas Udara Tidak Sehat, Sekretaris PWI Lubuk Linggau Dukung Penundaan Sementara CFN Dan CFD

10 Oktober 2026 - 07:18 WIB

Ketua LMP PALI Gugat Institusi Polri, Desak Pemecatan Terhadap Oknum Polisi Pelaku Dugaan Asusila

10 Oktober 2026 - 05:05 WIB

Wali Kota Palembang, Drs. H. Ratu Dewa, M.Si.,Resmi Melepas 88 Jemaah Umroh

9 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Trending di Berita Utama