Menu

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Berita Utama · 3 Jul 2025 11:46 WIB ·

Wina Armada Sukardi, Anggota Steering Committee Kongres Persatuan PWI 2025, Tutup Usia


 Wina Armada Sukardi, Anggota Steering Committee Kongres Persatuan PWI 2025, Tutup Usia Perbesar

JAKARTA jalurinformasi.com,- Kabar duka menyelimuti keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Wina Armada Sukardi, anggota Steering Committee Kongres Persatuan PWI 2025, meninggal dunia pada Kamis, 3 Juli 2025, sekitar pukul 15.59 WIB.

Almarhum wafat dalam usia 65 tahun. Semasa hidupnya, Wina Armada dikenal sebagai sosok wartawan senior, pemikir, dan pakar hukum pers yang memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan dunia jurnalistik dan kebebasan pers di Indonesia.

Lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1959, Wina Armada menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Kariernya di bidang pers sangat panjang dan produktif. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PWI Pusat periode 2003–2008, dan kemudian menjadi anggota Dewan Pers selama dua periode, yakni 2004–2007 dan 2007–2010. Di Dewan Pers, almarhum dipercaya sebagai Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan.

Selain aktif dalam organisasi, Wina Armada juga dikenal luas sebagai penulis dan pemikir hukum pers. Ia menulis sejumlah buku penting, di antaranya *Wajah Hukum Pidana Pers* dan *Menggugat Kebebasan Pers*. Ia juga menjadi editor dalam berbagai penerbitan buku bertema hukum dan jurnalisme.

Sepanjang hidupnya, almarhum tak pernah lepas dari dunia tulis-menulis. Sejak masa SMP, ia telah menekuni dunia kepenulisan dan dalam satu dekade terakhir bahkan rutin menulis setiap hari. Salah satu gagasan terakhirnya adalah menyusun antologi puisi untuk anak-anak, sebuah proyek literasi yang jarang disentuh secara khusus. Kumpulan puisi bertajuk Pacul Berdarah menjadi bagian dari upaya itu.

Sekretaris Panitia Kongres Persatuan PWI 2025, Tubagus Adhi, menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian almarhum.
“Beliau adalah salah satu wartawan senior yang pemikirannya sangat saya kagumi. Kontribusinya terhadap dunia pers nasional, baik melalui karya tulis maupun pemikiran hukum dan etika jurnalistik, sangat luar biasa dan akan terus dikenang,” ujarnya.

Kehilangan ini menjadi duka mendalam bagi dunia pers Indonesia. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan segala amal ibadah serta dedikasinya selama hidup menjadi amal jariyah yang terus mengalir. (Iman Santoso)

 

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Presiden RI Prabowo Subianto Siap Hadir di HPN 2026 Banten

23 Januari 2026 - 15:31 WIB

Ketum DePA-RI Dukung Putusan MK Agar Kriminalisasi Wartawan Dihentikan

22 Januari 2026 - 16:02 WIB

Perkuat Budaya Keselamatan Kerja, Bukit Asam Luncurkan Golden Rules Versi 5.0

22 Januari 2026 - 12:55 WIB

1 Januari 2026, Santunan Kematian di Musi Rawas Turun Rp 1 Juta Perjiwa

22 Januari 2026 - 06:03 WIB

Rencana Pilkada Tak Langsung, Potensi Mundurnya Demokrasi dan Hilangnya Hak Suara Rakyat

20 Januari 2026 - 10:39 WIB

PWI Lubuklinggau Dan Kajari Siap Berkolaborasi Dalam Mensosialisasikan Hukum

20 Januari 2026 - 09:03 WIB

Trending di Berita Utama