Menu

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Berita Utama · 21 Feb 2026 09:59 WIB ·

1 Tahun Kepemimpinan Yoppy Karim–Rustam Effendi Disorot Aktivis: Pelayanan Publik Dinilai Masih Bermasalah, Tata Kelola Pemerintahan Dipertanyakan


 1 Tahun Kepemimpinan Yoppy Karim–Rustam Effendi Disorot Aktivis: Pelayanan Publik Dinilai Masih Bermasalah, Tata Kelola Pemerintahan Dipertanyakan Perbesar

LUBUK LINGGAU jalurinformasi.com, – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota Lubuklinggau Yoppy Karim bersama Wakil Wali Kota Rustam Effendi, evaluasi terhadap kinerja pemerintahan mulai menjadi sorotan publik.

Aktivis sekaligus pemerhati sosial, Ahmad J. Prayogi, menyampaikan pandangannya terkait kondisi tata kelola pemerintahan Kota Lubuklinggau saat diwawancarai media ini , Sabtu (21/2/26).

Menurut Ahmad, jika melihat realitas di lapangan selama satu tahun terakhir, keluhan masyarakat terhadap pelayanan publik masih tergolong tinggi, terutama pada sektor administratif, perizinan, hingga pelaksanaan proyek pembangunan daerah.

“Kalau kita berbicara fakta di lapangan, keluhan masyarakat terhadap pelayanan administratif, perizinan, sampai pengelolaan proyek pembangunan masih cukup tinggi. Ini menunjukkan masih lemahnya pengawasan teknis dari OPD terkait, khususnya pada sektor infrastruktur dan tata kota,” ujarnya.

Ia menilai, secara prinsip pemerintahan yang baik seharusnya berdiri di atas tiga pilar utama yakni transparency, accountability, dan responsiveness. Namun ketiga aspek tersebut dinilai belum berjalan optimal di Kota Lubuklinggau.

Ahmad menyoroti transparansi anggaran yang menurutnya belum sepenuhnya terbuka secara detail kepada publik. Selain itu, akuntabilitas sejumlah proyek pembangunan juga masih menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.

“Respons pemerintah terhadap kritik publik juga sering terlihat defensif, bukan solutif. Ini yang hari ini masih menjadi persoalan yang berkembang di masyarakat Lubuklinggau,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menilai inovasi pemerintahan yang hadir sejauh ini belum bersifat transformasional. Program-program yang berjalan dinilai masih bersifat administratif dan kosmetik, serta belum menyentuh reformasi struktural dalam tata kelola pemerintahan.

Menurutnya, Kota Lubuklinggau membutuhkan lompatan besar dalam sistem pemerintahan, bukan sekadar pembaruan simbolik.

Saat ini, kata Ahmad, tantangan serius yang dihadapi kota antara lain kualitas pembangunan yang dipertanyakan, lemahnya pengawasan proyek, serta meningkatnya sikap kritis masyarakat terhadap penggunaan anggaran daerah.

Ia juga mengingatkan bahwa tahun pertama kepemimpinan merupakan fondasi arah kebijakan pembangunan jangka panjang.

“Kalau dalam satu tahun pertama belum ada inovasi sistemik, maka kekhawatiran publik menjadi sangat wajar. Tahun pertama itu fondasi. Jika fondasinya lemah, maka tahun-tahun berikutnya berisiko stagnan dalam mewujudkan pemerintahan profesional sesuai visi dan misi pembangunan Kota Lubuklinggau,” tegasnya.

Evaluasi dari berbagai elemen masyarakat ini diharapkan menjadi bahan refleksi bagi pemerintah kota dalam memperkuat reformasi birokrasi serta meningkatkan kualitas pelayanan publik ke depan. (Iman Santoso/rls)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

Baca Lainnya

Skandal BNI Aek Nabara Mengguncang, Kerugian Jemaat Capai Rp28 Miliar

12 April 2026 - 05:33 WIB

Didukung Widia Ningsih, Proyek Jembatan Air Lawai Senilai Rp18 Miliar Ditarget Rampung 5 Bulan

10 April 2026 - 16:09 WIB

Dukung Gerakan Cinta Produk Narapidana, Lapas Banyuasin Ramaikan Bazar HBP ke-62

10 April 2026 - 07:47 WIB

14 Tahun Krisis Air, Warga Kenten Raya Akhirnya Melawan

9 April 2026 - 17:13 WIB

Beberapa Warga Pemilik Lahan Disekitar Jalan Tunggul Bute Diduga Menghambat Pembangunan

9 April 2026 - 14:43 WIB

Kasus Dugaan Intimidasi Wartawan, Polres OKU Selatan Periksa Pelapor

9 April 2026 - 14:31 WIB

Trending di Berita Utama