Menu

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Berita Utama · 1 Apr 2026 03:08 WIB ·

Pihak Keluarga Sesalkan Dugaan Arogansi Oknum Polisi, Korban Alami Luka di Kepala dan Bibir


 Pihak Keluarga Sesalkan Dugaan Arogansi Oknum Polisi, Korban Alami Luka di Kepala dan Bibir Perbesar

LUBUKLINGGAU jalurinformasi.com,– Pihak keluarga menyampaikan penyesalan mendalam atas dugaan tindakan arogansi yang dilakukan oleh oknum aparat kepolisian Sabhara Polres Lubuklinggau dalam menjalankan tugas di lapangan. Peristiwa ini menjadi sorotan setelah korban mengalami luka fisik yang cukup serius bagian kepala dan bibir. Pada Selasa (31/03/2026).

Korban, Niko (21) warga dusun Linggau kelurahan Lubuk Linggau Ilir kecamatan Lubuk Linggau Barat II dilaporkan mengalami kekerasan hingga menyebabkan luka bocor di bagian kepala serta pecah pada bagian bibir. Kondisi tersebut menambah keprihatinan keluarga yang menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan prinsip humanis dalam penanganan masyarakat.

Melalui pernyataannya, keluarga memohon perhatian kepada Presiden Republik Indonesia, Kapolri, Kapolda Sumatera Selatan, serta Kapolres Lubuklinggau terkait kejelasan prosedur tetap (protap) dalam penanganan laporan dan pengaduan di lapangan.
“Kami mempertanyakan, apakah tindakan seperti menginjak kepala dan membanting seseorang dapat dibenarkan dalam prosedur kepolisian?” ungkap pihak keluarga.

Mereka menilai tindakan tersebut bertolak belakang dengan semangat Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang seharusnya mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.

Pihak keluarga juga menjelaskan bahwa Niko diketahui merupakan korban penyalahgunaan lem Aibon yang seharusnya mendapatkan penanganan lebih bijak melalui pendekatan rehabilitatif, bukan kekerasan fisik.

Perwakilan keluarga, Rah Jainal, HR, S.H, menegaskan harapannya agar kejadian ini mendapat perhatian serius dari pihak terkait.
“Kami memohon adanya penjelasan dan evaluasi menyeluruh agar ke depan penanganan di lapangan tetap mengedepankan nilai kemanusiaan serta tidak merugikan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kapolres Lubuklinggau AKBP Adithia Bagus Arjunadi, S.H., S.I.K., M.I.K. menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut sekaligus memastikan adanya langkah penanganan internal.
“Kami menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat tindakan anggota di lapangan yang kurang berkenan. Saat ini, tindakan dalam proses pengamanan tersebut sedang kami dalami di Propam dan dipastikan akan ditindak secara internal,” ungkap Kapolres.

Ia juga menambahkan bahwa kondisi korban telah mendapatkan perhatian medis guna memastikan tidak ada cedera serius akibat kejadian tersebut.
“Untuk kondisi Niko, telah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Kasi Dokkes, Ipda Jhon. Pemeriksaan ini untuk memastikan secara medis kondisi Niko, agar tidak terdapat cedera akibat kejadian tersebut,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pemeriksaan internal masih berlangsung. Pihak keluarga berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi agar ke depan penanganan aparat di lapangan lebih mengedepankan profesionalitas serta nilai kemanusiaan. (Iman Santoso/rls)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya

Pers Kampus Dapat Menjalankan Fungsi Kontrol, Tetap Junjung Etik

2 Mei 2026 - 09:55 WIB

Jon Heri Kembali Dipercaya Nahkodai SMSI Sumsel

2 Mei 2026 - 05:26 WIB

Meninggalnya dr Myta Aprilia Azmy Jadi Sorotan, IKA FK Unsri Desak Audit RS Penugasan

2 Mei 2026 - 03:12 WIB

Sportifitas Atlet Bertalenta Khusus Menggenggam Semangat Patriotisme

1 Mei 2026 - 07:25 WIB

Terkait OTT, Polda Sumsel Resmi Tetapkan Oknum Kepala BKP-SDM Muratara TSK

29 April 2026 - 14:59 WIB

Bank Sumsel Babel Dorong Warga Lahat Menabung, Perkuat Ekonomi Daerah

29 April 2026 - 12:21 WIB

Trending di Berita Utama