LUBUK LINGGAU jalurinformasi.com,- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lubuk Linggau, H Trisko Defriyansa mengatakan konsep Innovative Government merupakan langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih modern, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Oleh karena itu, sambung dia, inovasi saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan dalam upaya memperbaiki kualitas layanan publik, tata kelola, dan pembangunan melalui kebijakan yang lebih efektif.
“Melalui inovasi, pemerintah dapat menghadirkan solusi atas berbagai permasalahan daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus mendorong daya saing daerah,” ujarnya saat membuka kegiatan sosialisasi Innovative Government di Cinema Hall Pemkot Lubuk Linggau, Rabu (15/4/2026).
Lebih lanjut Trisko mengungkapkan bahwa tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat, tepat, transparan, dan akuntabel terus meningkat.
Kondisi ini tentu saja menuntut pemerintah daerah agar mampu beradaptasi serta terus berinovasi dalam menjalankan roda pemerintahan.
Dirinya berharap melalui sosialisasi ini mampu memberikan pemahaman yang komprehensif terkait pentingnya inovasi dalam pemerintahan sekaligus menjadi pemicu lahirnya ide maupun gagasan kreatif dari para peserta.
“Kemajuan daerah tak dapat dicapai secara sendiri-sendiri, melainkan melalui sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah harus menumbuhkan budaya inovasi dalam setiap lini kerja,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, Heri Suryanto, menyampaikan sosialisasi ini merupakan salah satu agenda rutin tahunan sebagai bagian dari penguatan inovasi daerah, sekaligus mendukung pelaksanaan Innovative Government Award (IGA) oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Ia mengapresiasi seluruh perangkat daerah atas partisipasi dalam penginputan inovasi pada tahun sebelumnya.
Berdasarkan penilaian, Kota Lubuk Linggau berhasil meraih nilai 54,66 dengan kategori baik dan inovatif.
“Ke depan, kita menargetkan peningkatan nilai minimal 65,00 agar dapat masuk kategori kota sangat inovatif,” imbuhnya.
Untuk mencapai target tersebut, lanjut Heri, diperlukan sinergi dan komitmen dari seluruh perangkat daerah, serta dukungan berbagai pihak.
Capaian tersebut diharapkan dapat membuka peluang meraih penghargaan dari pemerintah pusat yang berdampak pada peningkatan pendapatan daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Staf Ahli I Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Achmad Hasian Ritonga, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, H Wiwin Eka Saputra, Asisten III Bidang Administrasi Umum, Herdawan, serta para kepala OPD di lingkungan Pemkot Lubuk Linggau. (Iman Santoso)












