Menu ✖

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Berita Utama · 18 Mei 2026 01:38 WIB ·

PELANGI Sumsel Dorong Kebangkitan Pelukis Sumsel Melalui Reko Lukisan


 PELANGI Sumsel Dorong Kebangkitan Pelukis Sumsel Melalui Reko Lukisan Perbesar

PALEMBANG jalurinformasi.com,— Semangat pelestarian budaya lokal kembali digaungkan Perkumpulan Pelayang Seluruh Indonesia (PELANGI) Sumatera Selatan melalui ajang Sriwijaya Kite Fighting yang digelar di Dekranasda Jakabaring, Sabtu (16/5/2026).

Di sela sela acara Penutupan Festival Sriwijaya, Ketua PELANGI Sumsel, Eka Subakti menegaskan komitmen organisasinya untuk mendorong produktivitas para pelukis layangan di Sumatera Selatan sebagai bagian dari upaya pemajuan kebudayaan sekaligus pengembangan olahraga masyarakat, khusus nya layang layang.

Menurut Eka, permainan layang-layang sejak dahulu memiliki hubungan erat dengan seni lukis. Tradisi itu terlihat dari berbagai motif gambar yang menghiasi layangan, mulai dari bentuk tiga dimensi, dua dimensi hingga layangan aduan yang dikenal dengan istilah “reko”.

“Secara historis, layang-layang tidak bisa dipisahkan dari seni lukis. Sebelum teknologi sablon berkembang seperti sekarang, leluhur kita membuat lukisan tangan langsung di atas layangan. Ada motif simbar rumah limas Palembang, gambar burung, bintang dan berbagai ornamen khas lainnya agar terlihat indah saat diterbangkan,” ujar Eka Subakti.

Ia menjelaskan, seni lukis pada layangan bukan sekadar hiasan, tetapi juga menjadi karakter dan identitas budaya masyarakat yang harus dijaga keberlangsungannya. Karena itu, PELANGI Sumsel membuka ruang kolaborasi bagi para pelukis dan seniman lokal untuk bergabung serta berkarya bersama.

“PELANGI Sumsel ingin menjadi wadah imklusif, kolaboratif semua unsur. Kami mendorong para pelukis di Sumsel agar tetap produktif dan ikut melestarikan budaya melalui karya-karya di media layangan,” katanya.

Selain sebagai sarana pelestarian budaya, langkah tersebut juga dinilai memiliki potensi ekonomi kreatif yang menjanjikan. PELANGI Sumsel berencana melakukan diversifikasi produk layangan “reko” lukisan agar memiliki nilai seni dan daya jual lebih tinggi. Kita akan perkenalkan reko lukisan di layangan ulur Gibrik, aduan pada even Forprov, Fornas mendatang.

Event Sriwijaya Kite Fighting sendiri menjadi ajang berkumpulnya komunitas pelayang, seniman hingga pecinta budaya dari berbagai daerah. Suasana kompetisi yang meriah dipadukan dengan nuansa seni tradisional menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang promosi budaya khas Sumatera Selatan kepada masyarakat luas.

PELANGI Sumsel berharap sinergi antara komunitas pelayang dan para pelukis dapat terus berkelanjutan sehingga tradisi seni lukis layangan tetap hidup di tengah perkembangan zaman modern. (Iman Santoso/rls)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Mewujudkan Kawasan Perkotaan Asri, Disperkim Desain Ornamen Bunga Tunjuk Langit dan Bunga Lingge Ciri Khas Lubuk Linggau

10 Oktober 2026 - 07:24 WIB

Akibat Kabut Asap Serta Kualitas Udara Tidak Sehat, Sekretaris PWI Lubuk Linggau Dukung Penundaan Sementara CFN Dan CFD

10 Oktober 2026 - 07:18 WIB

Ketua LMP PALI Gugat Institusi Polri, Desak Pemecatan Terhadap Oknum Polisi Pelaku Dugaan Asusila

10 Oktober 2026 - 05:05 WIB

Wali Kota Palembang, Drs. H. Ratu Dewa, M.Si.,Resmi Melepas 88 Jemaah Umroh

9 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Dari Tapis, Batik Kujur hingga Songket Silungkang, PTBA Pamerkan Wastra Nusantara di INACRAFT 2026

9 Oktober 2026 - 12:44 WIB

Asap Pekat Kepung PALI, Keluhan Sesak Disampaikan Warga

8 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Trending di Berita Utama