MUSI RAWAS jalurinformasi.com,- Belum genap satu minggu pasca terjadi Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel terhadap Wakil Bupati PALI Iwan Tuaji, Kini muncul lagi OTT yang dilakukan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap orang nomor satu di Kabupaten Muara Enim yakni H Edison. Kasus ini menjadi sorotan publik hususnya Provinsi Sumsel.
Kasus pertama menjerat Iwan Tuaji, Wakil Bupati PALI, Rabu (3/6/2026), Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menetapkannya sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap proyek. Penetapan status hukum itu langsung menyita perhatian masyarakat Kabupaten PALI karena Iwan Tuaji masih aktif menjabat sebagai orang nomor dua di kabupaten tersebut.
Belum reda polemik di PALI, kabar mengejutkan kembali datang dari Kabupaten Muara Enim, Senin (8/6/26), Bupati Muara Enim Edison dikabarkan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama sembilan orang lainnya.
Sedikitnya delapan ruangan menjadi sasaran penyegelan oleh tim penyidik KPK, meliputi Ruang Tunggu dan Ruang Kerja Bupati Muara Enim, Ruang Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Muara Enim, serta lima ruangan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim.
Lima ruangan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang disegel yakni ruang Sekretaris, Bidang Perencanaan, Bidang Keuangan, Bidang Sarana dan Prasarana, serta Bidang Kebudayaan.
Selain itu, Rumah Dinas Bupati Muara Enim juga turut disegel oleh penyidik KPK. Informasi yang beredar menyebutkan Bupati Muara Enim H. Edison turut diamankan di Rumah Dinas sekitar pukul 15.00 WIB dan langsung dibawa ke Palembang menuju Jakarta.
Padahal, sebelumnya Bupati Muara Enim sempat memimpin Apel Bulanan dan Kick-Off program pada pagi harinya.
Informasi yang beredar menyebutkan total 10 orang diamankan dalam OTT di Kabupaten Muara Enim tersebut. Dari jumlah itu, lima orang berasal dari unsur pemerintahan, sementara sisanya berasal dari kalangan swasta. Meski demikian, hingga Senin malam, KPK belum mengungkap secara rinci perkara yang menjadi dasar operasi senyap tersebut. (Iman Santoso)












