Menu

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Berita Utama · 27 Jan 2023 13:43 WIB ·

AHY: Dukung Anies-Khofifah, Siap Deklarasi & SIAP MENANG


 AHY: Dukung Anies-Khofifah, Siap Deklarasi & SIAP MENANG Perbesar

Dr.Taufiqurokhman, A.Ks, S.Sos, M.Si

Pengamat Kebijkan Publik

Jakarta jalurinformasi.com, – Partai Nasdem dan PKS dari awal ingin memasangkan Anies-Khofifah sebagai Capres-Cawapres. Tertunda karena Demokrat masih menawarkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Setelah diskusi panjang, hingga berbulan-bulan dan bahkan pergantian tahun (2022-2023), akhirnya deal. Hari ini, Kamis 26 Januari, Demokrat memutuskan untuk mengusung Anies Rasyid Baswedan.

Bagi Demokrat, AHY bukan harga mati untuk menjadi cawapres Anies. Sampai di sini, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ayah AHY sekaligus ketua Dewan Pembina Partai Demokrat dianggap konsisten. “Setuju Anies-Khofifah, tapi jangan halangi AHY untuk tampil”, begitu informasinya dari beberapa bulan lalu ketika SBY ditemui Jusuf Kalla (JK) di Cikeas.

Apa pertimbangan Koalisi Perubahan mengusung Anies-Khofifah?

Pertama, Khofifah kuat di Jawa Timur. Mayoritas warga Jawa Timur itu Nahdhiyin. Selain Gubernur, Khofifah adalah mantan ketua Muslimat NU. Pasar Khofifah di kalangan kaum perempuan Nahdhiyin juga sangat kuat. Majunya Khofifah sebagai Cawapres, besar kemungkinan akan mampu meraih lebih dari 50 persen suara warga Jawa Timur.

Diprediksi bisa lebih besar dari suara yang diperoleh saat pilgub Jatim mengingat saat ini Khofifah adalah Gubernur Jatim. Sebagai Gubernur, pestasi, hasil kerja dan jaringan Khofifah tentu makin besar.

Tidak saja Jawa Timur, dengan mengambil Khofifah sebagai cawapres, warga Nahdhiyin di seluruh Indonesia, termasuk di Jawa Tengah akan merasa memiliki representasinya. Ini juga sekaligus dapat mengurangi suara bakal calon dari PDIP, khususnya di Jawa Tengah.

Kedua, apatisme sebagian warga Nahdhiyin terhadap isu politik identitas, radikalisme, wahabi, kadrun, dan sejenisnya, yang selama ini cukup berhasil dituduhkan bahkan “difitnahkan” ke Anies dan disebar secara sengaja dan intens oleh lawan politik di kalangan warga Nahdhiyin akan dengan sendirinya mereda. Hadirnya Khofifah, mantan ketua muslimat NU, akan menghapus semua tuduhan itu.

Dari sini akan banyak yang sadar ternyata “semua itu adalah permainan isu dan manuver politik”. Kaum santri menyebut itu semua adalah fitnah dan kejahatan politik. Akan banyak santri dan akademisi lugu (gak paham politik) yang akan tersadarkan.

Ketiga, Jawa Timur merupakan penduduk terpadat kedua setelah Jawa Barat. Ada 30 juta pemilih di Jawa Timur. Anies kuat di Jawa Barat, tapi tidak di Jawa Timur. Dengan memasangkan Anies-Khofifah, maka relatif mudah bagi koalisi perubahan memenangkan Jawa Timur dan Jawa Barat.

Membaca data pemilu-pemilu sebelumnya, siapa yang menang di dua dari tiga wilayah terbesar di Indonesia ini yaitu Jabar (34 juta pemilih), Jateng (27 juta pemilih) dan Jatim (30 juta prmilih), mereka yang akan menang. Dengan memasangkan Anies-Khofifah, pasangan ini diprediksi kuat akan memenangkan kontestasi pilpres 2024. (SMSI)

 

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Sampaikan LKPJ APBD 2023, Pj Wako Minta Kepala OPD Aktif dalam Pembahasan

23 Juni 2024 - 00:20 WIB

Pj Bupati Hani Syopiar Rustam Terus Gencarkan Prokasi

22 Juni 2024 - 13:02 WIB

KPU Mura Gelar Launching Pilbup dan Wakil Bupati Mura 2024

22 Juni 2024 - 03:42 WIB

Green Mining, Bukit Asam (PTBA) Tanam Pohon Bersama di Lahan Bekas Tambang

21 Juni 2024 - 08:23 WIB

Kuliah Gratis di AKIPBA, Lulus Siap Kerja di Pertambangan

21 Juni 2024 - 08:19 WIB

Tim Evaluasi Kemendagri Apresiasi Kinerja Pj Wako Lubuklinggau

20 Juni 2024 - 14:09 WIB

Trending di Berita Utama