Menu

Mode Gelap
How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers Technology Awards: 6 Reasons Why They Don’t Work & What You Can Do About It

Advertorial · 22 Apr 2024 17:50 WIB ·

Kota Lubuklinggau Masuk 10 Besar Kota Terendah Angka Inflasi


 Kota Lubuklinggau Masuk 10 Besar Kota Terendah Angka Inflasi Perbesar

LUBUKLINGGAU jalurinformasi.com,-Staf Ahli Wali Kota Lubuklinggau Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, AH Ritonga mengikuti rapat koordinasi (rakor) dalam rangka pengendalian inflasi tahun 2024 via zoom meeting di Command Center Kota Lubuklinggau, Senin (22/4/2024).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M Tito Karnavian menyampaikan rakor ini rutin dilakukan guna membahas pengendalian inflasi.

Menurutnya, pengendalian inflasi jangan sampai kendor, harus dijaga serta dikendalikan. Saat ini angka inflasi masih dalam katagori terkendali berada di level 3,05 persen sedangkan target pemerintah diangka 2,5 persen.

Patut disyukuri sambungnya, karena angka inflasi di Indonesia masih relatif baik. “Hal itu karena kita selalu menjaga dan tidak terlibat dalam masalah perang. Secara internal kita bisa memanage inflasi secara baik melalui kinerja pemerintah pusat dan daerah,” tuturnya.

Dari pertumbuhan ekonomi dunia, Indonesia berada diangka 5,04 persen, tingkat pertumbuhan tahunan PDB Indonesia diangka 56 dari 185 negara dunia.

Tingkat inflasi diberbagai negara, Indonesia berada di peringkat 75 dari 186 negara di dunia sedangkan di Asean Indonesia diurutan 6, angka inflasi Indonesia 3,05 persen.

10 provinsi yang memiliki angka inflasi tertinggi antara lain, Papua Barat 4,78 persen, Gorontalo 4,13 persen, Papua Tengah 4,10 persen, Sumbar 3,93 persen, Jambi 3,48 persen dan Sulut 3,82 persen, Papua Selatan 3,70 persen, Sumut 3,67 persen serta Bali 3,67 persen dan NTB 3,63 persen.

Sementara itu, 10 provinsi terendah inflasinya, Kalteng 2,72 persen, Kaltara 2,62 persen, Kalsel 2,58 persen, Kalbar 2,51 persen, Papua Pegunungan 2,37 persen, DKI Jakarta 2,18 persen, NTT 1,92 persen, Babel 1,80 persen, Papua Barat Daya 1,42 persen dan Sumsel diangka 3,24 persen.

Sedangkan 10 kota terendah, Makassar 2,43 persen, Palu 2,41 persen, Parepare 2,37 persen, Lubuklinggau 2,36 persen, Pontianak 2,31 persen, Pangkal Pinang 2,24 persen, Kupang 2,07 persen, Tarakan 2,00 persen, Jayapura 1,98 persen dan Kota Sorong. kut hadir mendampingi Staf Ahli, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, H Surya Darma, Kepala BPKAD, Zulfikar, Kepala Disperindag, Medhiolin Sapta Windu dan Kadis Sosial, Hasan Andria. (Iman Santoso/Adv)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

Baca Lainnya

Skandal BNI Aek Nabara Mengguncang, Kerugian Jemaat Capai Rp28 Miliar

12 April 2026 - 05:33 WIB

Didukung Widia Ningsih, Proyek Jembatan Air Lawai Senilai Rp18 Miliar Ditarget Rampung 5 Bulan

10 April 2026 - 16:09 WIB

Dukung Gerakan Cinta Produk Narapidana, Lapas Banyuasin Ramaikan Bazar HBP ke-62

10 April 2026 - 07:47 WIB

14 Tahun Krisis Air, Warga Kenten Raya Akhirnya Melawan

9 April 2026 - 17:13 WIB

Beberapa Warga Pemilik Lahan Disekitar Jalan Tunggul Bute Diduga Menghambat Pembangunan

9 April 2026 - 14:43 WIB

Kasus Dugaan Intimidasi Wartawan, Polres OKU Selatan Periksa Pelapor

9 April 2026 - 14:31 WIB

Trending di Berita Utama